PASURUAN– Dalam upaya meningkatkan standar kualitas pendidikan tinggi, Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Yudharta Pasuruan turut berpartisipasi aktif dalam Pelatihan Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dan Learning Outcome (LO) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) Universitas Yudharta Pasuruan pada Senin (11/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Hall Meeting Gedung BTI Lantai 1 ini merupakan agenda strategis universitas yang diikuti oleh seluruh dekan, ketua program studi, serta dosen di lingkungan Universitas Yudharta Pasuruan. Bagi Faperta, momen ini menjadi landasan penting dalam memodernisasi kurikulum di tiga program studi: Agribisnis, Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP), serta Teknologi Hasil Perikanan (THPi).
Menghidupkan "Ruh" Pendidikan di Sektor Pertanian
Acara dibuka dengan motivasi dari Rektor Universitas Yudharta Pasuruan, Assoc. Prof. Dr. Kholid Murtadlo, S.E., M.E. Beliau menegaskan bahwa kurikulum adalah fondasi yang menentukan arah pendidikan.
“Kurikulum merupakan instrumen penting dalam pendidikan, karena kurikulum adalah ruhnya pendidikan. Kalau pendidikan tanpa ruh, maka pendidikan tersebut tidak memiliki arah,” tegas Rektor dalam sambutannya.
Bagi jajaran dosen di Fakultas Pertanian, pesan ini menjadi komitmen untuk memastikan bahwa sistem pembelajaran di Faperta tidak hanya sekadar transfer ilmu, tetapi memiliki "ruh" yang kuat untuk mencetak lulusan yang inovatif dan adaptif.
Sinkronisasi dengan Standar DIKTI 2024
Pelatihan ini menghadirkan pakar kurikulum nasional, Dr. Ir. Syamsul Arifin, M.T., dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yang juga merupakan pengembang Buku Panduan Kurikulum Perguruan Tinggi (KPT) 2024 DIKTI.
Dalam pemaparannya, Dr. Syamsul Arifin membedah langkah demi langkah penyusunan kurikulum berbasis OBE, mulai dari perumusan profil lulusan hingga penyusunan Learning Outcome yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Bagi prodi Agribisnis, ITP, dan THP, hal ini sangat krusial guna memastikan kompetensi mahasiswa selaras dengan dinamika industri pangan dan keberlanjutan sumber daya perikanan global.
Review Interaktif: Langkah Nyata Faperta
Meski diikuti oleh seluruh program studi di universitas, sesi interaktif dan review langsung oleh narasumber memberikan wawasan berharga bagi tim akademik Faperta. Melalui sesi ini, Fakultas Pertanian dapat mengukur sejauh mana kurikulum yang ada saat ini dapat dikembangkan menjadi lebih terarah, terukur, dan kompetitif.
"Partisipasi kami dalam workshop universitas ini adalah bentuk upaya nyata dalam memajukan prodi-prodi di lingkungan Fakultas Pertanian. Kami ingin memastikan kurikulum di Agribisnis, ITP, dan THP mampu menjawab tantangan zaman," ungkap salah satu delegasi Faperta yang hadir.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian bersama seluruh prodi di Universitas Yudharta Pasuruan berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menyusun kurikulum unggul yang selaras dengan standar nasional maupun kebutuhan global, demi melahirkan generasi emas di bidang pertanian dan teknologi pangan.