Sinergi Riset dan Industri: Prodi Agribisnis Universitas Yudharta Pasuruan Gandeng BRIN dan PT Inter Agro Indonesia dalam Peninjauan Kurikulum

 Pasuruan -  Guna memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan riset dan kebutuhan pasar kerja, Program Studi (Prodi) Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan (UYP) menyelenggarakan Rapat Peninjauan Kurikulum bersama para pemangku kepentingan (stakeholders) pada Jumat, 2 Agustus 2024.

Kegiatan akademik yang krusial ini menunjukkan komitmen kuat institusi dalam menghadirkan pendidikan berkualitas. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Dr. Deny Utomo, MP, Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Ernawati, MP, serta Ketua Program Studi (Kaprodi) Agribisnis, Desy Cahyaning Utami, MP.


Keterlibatan Eksternal untuk Kurikulum Adaptif Langkah proaktif diambil oleh Prodi Agribisnis dengan mengundang perwakilan ahli dari dua pilar utama pengembangan agribisnis, yaitu:

  • Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN): Hadir untuk memberikan masukan dari kacamata penelitian, pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan, serta inovasi hulu ke hilir.

  • PT. Inter Agro Indonesia: Hadir sebagai representasi Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk memastikan bahwa Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) benar-benar sesuai dengan spesifikasi tenaga kerja dan dinamika bisnis pertanian riil di lapangan.

Dalam sambutannya, pimpinan universitas menyampaikan apresiasi atas sinergi tripartit antara akademisi, lembaga riset, dan praktisi industri. Keterlibatan stakeholders ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkecil kesenjangan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata sektor agribisnis masa kini.

Fokus Utama Pembahasan Kurikulum Rapat peninjauan kurikulum ini berlangsung secara komprehensif, dengan beberapa agenda pembahasan strategis yang meliputi:

  • Penyelarasan materi perkuliahan dengan tren teknologi pertanian dan inovasi riset terbaru dari BRIN.

  • Penguatan kompetensi praktis mahasiswa agar siap pakai di industri agribisnis, berdasarkan masukan dari PT. Inter Agro Indonesia.

  • Pematangan skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), seperti peluang magang industri dan kolaborasi riset bagi mahasiswa.

Melalui diskusi terarah ini, Program Studi Agribisnis Universitas Yudharta Pasuruan berharap dapat segera mengesahkan dokumen kurikulum pemutakhiran. Kurikulum baru ini diproyeksikan tidak hanya akan mencetak sarjana agribisnis yang cerdas secara teoretis, tetapi juga tangguh, inovatif, dan siap menjadi motor penggerak ketahanan pangan dan ekonomi pertanian nasional.